Yudha: Menyambung Silaturahmi Masyarakat melalui Telkomsel


Halo Pilajars!

Kali ini cerita profesi mengangkat kisah tentang Rifandi Adi Yudha Tama atau yang akrab disapa Yudha. Pemuda kelahiran Yogyakarta 5 Mei 1991 ini, dimasa kecilnya bercita-cita menjadi sutradara film dan fashion designer, tapi orang tuanya menyarankan melanjutkan sekolah di SMK Telkom Makassar tahun 2006 karena menganggap lulusannya memiliki harapan masa depan yang lebih baik. Setelah itu dia melanjutkan pendidikan ke Universitas Hasanuddin Fakultas Teknik Jurusan Elektro di tahun 2010, walaupun jauh dari passionnya tapi dia berhasil beradaptasi, menjalaninya dengan rasa syukur, and he did it. Setelah menyelesaikan kuliahnya di tahun 2015, saat ini Yudha menjalani profesi yang juga jauh dari yang dia cita-citakan. Katanya, He truly believe no coincidence, it’s God’s will. Tuhan telah mengatur segalanya termasuk takdirnya bekerja di perusahaan telekomunikasi nomor 1 di Indonesia. Selain menjalani profesi saat ini, Yudha juga banyak terlibat dengan berbagai kegiatan sosial dan event-event komunitas. Bagaimana cerita perjalanan Yudha menjalani profesi sebagai karyawan telkomsel yang juga tetap aktif terlibat di kegiatan sosial diluar profesinya, simak obrolan menyenangkan kami bersamanya.

Sebelumnya, saya ingin berterima kasih kepada Tim Pilajar.co yang telah memberikan saya kesempatan berbagi tentang profesi yang sedang saya geluti saat ini. Ketika lulus kuliah mayoritas dari teman-teman saya sangat bersemangat mengejar karir mereka ke Perusahaan BUMN ataupun Perusahan Swasta bonafit tapi tidak bagi saya. Sejak kecil saya bercita-cita menjadi Sutradara Film dan Fashion Designer. Tidak sekali pun terlintas dalam pikiran saya untuk bekerja sebagai Pegawai. Tuhan berkendak lain, di akhir tahun 2015 Telkomsel membuka Lowongan. Saat itu saya sementara bekerja sebagai OS di PT. Telkom yang merupakan induk dari PT. Telkomsel sambil hunting beasiswa sekolah Film. I truly believe no coincidence, it’s God’s will. Tuhan telah mengatur segalanya termasuk takdir saya bekerja di PT. Telkomsel. And yeah Here I am now.

Saat itu, kalau tidak salah ingat mulai 31 Desember 2015 – 31 Januari 2016, Telkomsel membuka pendaftaran secara online di website telkomsel (Rekrutmen Telkomsel) untuk menjadi karyawan tetap melalui Program Great People Trainee Program (GPTP) Batch V. Semua rekrutmen karyawan tetap telkomsel memang dilakukan secara online jadi bagi yang tertarik tak perlu repot antri untuk mendaftar. Saat ini program GPTP berubah nama menjadi Telkomsel Trainee Program. Setelah meng-apply lamaran, pengumuman tahapan tes selanjutnya semua melalui email, mulai dari berkas, Psikotes, Wawancara HCM & User, serta Kesehatan. Lokasi tes nya dipusatkan di beberapa kota di Indonesia namun saat menerima pengumuman melalui email kita dapat mengajukan pindah lokasi tes di kota yang tersedia.

Waktu itu semua rangkaian tes saya lakukan di Kota Makassar, and Finally alhamdulillah saya akhirnya lulus bersama 5 orang teman lainnya yang juga lokasi tes nya di Makassar dan kurang lebih 160 orang se-Indonesia. Pengumumannya waktu itu melalui website telkomsel di hari senin tanggal 8 Februari 2018. Saya masih mengingatnya dengan baik.

Saya akhirnya mengikuti program GPTP selama 6 bulan yang dimulai sejak tanggal 1 april 2016, sebelum resmi dan dinyatakan lulus menjadi karyawan tetap. Semua peserta dikumpulkan selama dua minggu untuk mengikuti masa Orientation & Induction sebelum menjalani masa On Job Training (OJT). Di Masa tersebut pun akhirnya kami tahu bahwa kami telah menjadi 160-an orang dari kurang lebih 16.000-an orang yang meng-apply  lamaran program GPTP batch V. Sesuatu yang selalu harus disyukuri sebagai bagian dari rencana Tuhan. Mengawali program GPTP yang juga menjadi awal karir saya yaitu dengan tiga bulan pertama masa OJT sebagai Trainee RAE Regional Papua  Maluku dengan lokasi kerja di Jayapura. Tiga bulan selanjutnya berotasi ke departemen NOS (Network Operation Support).  Akhirnya saya dinyatakan lulus menjadi karyawan tetap telkomsel dan menerima SK penempatan karyawan tetap sebagai Staff Network Operation Support Regional Papua Maluku lokasi kerja Jayapura.

Kurang lebih 1.5 tahun berjalan, kemudian saya dipindahkan ke Ambon menempati posisi Staff RTPO (Radio, Transport, and Power Operation). Sesuai namanya departemen ini memiliki tanggungjawab vital terhadap kualitas jaringan. Dihandle oleh beberapa team yang bertugas untuk memonitoring jaringan 24/7, troubleshoot by system maupun on site apabila ada alarm down, dan juga terkadang harus memanjat tower jika sedang ada trouble. Memastikan seluruh pelanggan Telkomsel memperoleh excellent network service. Semua divisi itu menjadi bagian dari Tim ICT Network Management Area Pamasuka (Papua Maluku Sulawesi Kalimantan). Bagi yang mendapat penempatan di area ada juga Tim Sales and Marketing serta Tim Business Support. Bagi yang di kantor pusat Jakarta, juga ada banyak tim dari setiap direktorat yang bertugas untuk melayani masyarakat sesuai dengan tugasnya masing-masing.

Bekerja menyenangkan bersama Telkomsel

Pertama kali bergabung di Telkomsel memberi kesan yang dalam bagi saya. DAMN!! Can’t believe myself. It’s really happening to me. SO MUCH GRATITUDE. Bekerja di perusahaan yang menjadi impian ribuan bahkan jutaan orang di luar sana dan Tuhan memberikan satu slot untuk nama saya. Alhamdulillah. Selama menjalani profesi saat ini, tentunya ada banyak hal yang memberi kesan bagi saya. Bagi saya salah satunya yaitu Only on Monday we must wear uniform. And other day you can dress up like a model on Vogue Magazine. Seriously? Not really. LOL. Sejauh yang saya tahu Telkomsel adalah perusahaan yang tidak menjadikan seragam kecuali hari senin sebagai dresscode karyawan dan hari kamis menggunakan batik. Silahkan berpakaian sesuka kamu selama itu sopan dan layak digunakan ke kantor. Selain itu seperti kita ketahui era saat ini serba digital yang menjadikan segala sesuatunya begitu efektif dan efisien.

Ketika kamu bekerja di Telkomsel kamu tidak harus duduk bosan depan komputer selama office hour, terkadang ada hal yang kamu kerjakan diluar kantor seperti mengunjungi site, meeting dengan vendor, meeting dengan divisi lain, yang terpenting adalah just keep monitoring you can still have coffee at Starbuck while working. Tidak berlaku untuk semua divisi. Hahaha, One more thing yang paling berkesan ketika penempatan awal saya di Jayapura. Coba anda perhatikan di Peta. Jayapura terletak di paling timur Indonesia. Tepat di atas Merauke. Butuh waktu kurang lebih  3.5 – 4 Jam untuk terbang ke sana. Jauh dan melelahkan, bukan? Yeah meski awalnya memang berat tapi akhinya rindu berat untuk kembali ke Jayapura. Kota dengan landscape hijau membentang luas, udara segar, dan tak kenal macet. Budaya yang masih dijunjung tinggi, adat istiadat yang unik mengesankan, dan orang-orang yang kusayangi. Kesimbangan hidup yang tak pernah kudapatkan sebelumnya.

Setiap profesi tentunya memiliki fungsinya masing-masing yang membedakannya dengan tempat lain, tapi yakinlah bahwa setiap pekerjaan adalah ibadah. Menjadi bagian dari Telkomsel memberi kebanggaan tersendiri bagi saya khususnya karena telah menjadi bagian dari Perusahaan Telekomunikasi nomor 1 di Indonesia dan nomor 6 di dunia. Telkomsel juga menjadi salah satu perusahaan yang mendapat penghargaan pemberian pajak terbesar 2017 bagi negara. Coba bayangkan ketika kita menjadi bagian dari perusahaan yang berkontribusi lebih bagi negara dan pekerjaan kita adalah penyambung silaturahmi masyarakat Indonesia bukan hanya dari Sabang – Merauke tapi juga belahan dunia lainnya. Mendekatkan yang jauh, membahagiakan yang dekat. Semua bisa bercakap dengan mudah dan bertukar informasi dengan cepat. Inshaa Allah berkah pahala berlipat ganda. Akan tetapi menjadi bagian dari sebuah perusahaan besar tentunya tak lepas dari kritikan khususnya dari para penikmat layanan telkomsel.

Di era digital dan kebutuhan internet yang semakin meningkat kadang terselip padangan terkait biaya yang dikeluarkan cukup mahal untuk menikmati layanan internet telkomsel. Tapi saya pikir itu relatif. Tidak ada yang mahal untuk sebuah kualitas terbaik. Bahkan hingga ke Papua atau tak perlu jauh-jauh, silahkan ke pelosok desa di daerah anda dan lihatlah bagaimana Telkomsel setia mendampingi. Mungkin kita sering mendengar slogan telkomsel paling Indonesia. Definitely! Telkomsel Paling Indonesia. Dari Sabang sampai Merauke hanya Telkomsel yang setia mendampingi. Telkomsel… Dari dan untuk Indonesia.

Menjadi bagian dari Telkomsel tentunya mempunyai tantangan tersendiri, so many challenges but the biggest one is myself. Kekhawatiran, ketakutan, dan keraguan terhadap banyak hal menghantuiku tiap malam bahkan menjelang pagi saat berangkat ke kantor. Bekerja untuk sesuatu yang memang bukan passionmu dan mengharapkan keajaiban datang, menempatkanmu pada posisi yang semestinya dan kamu yakini bisa mengeksplor skillmu jauh lebih baik. Tapi terlepas dari itu semua, perlahan saya belajar banyak hal baru di luar zona nyaman saya meski dasar pendidikan saya adalah electrical engineering. Saya juga senang dengan tantangan salah satunya adalah saat ini saya lebih menyukai menjalani profesi di luar daerah ketimbang di kampung sendiri. Walaupun saat ini saya juga masih menaruh harapan agar cita-cita masa kecil tetap bisa saya wujudkan walaupun bukan lagi menjadi profesi utama tapi sebagai bagian dari menambah kesenangan bagi diri.

Harapan untuk generasi muda dan aktivitas diluar profesi

Semakin berkembangnya dunia digital tak jarang juga semakin bertambah generasi menunduk. Dalam artian gadget telah mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yg dekat. Tapi ini tergantung pribadi masing-masing. Perlu kita ingat bahwa kita yang menciptakan teknologi. Kita yang mengontrol. Jangan biarkan teknologi mengontrol kita. Jadilah bijak dan cerdas. Ada banyak peluang yang bisa diambil oleh anak muda dalam era digital, saya berharap setiap anak muda dapat mengeksplor lebih jauh dari potensi yang dia miliki. Mulai melakukan sesuatu dan terus melangkah menemukan apa yang kita inginkan. Ikuti apa passionmu, temukan banyak hal positif, dan mulai bisnismu. Buat perusahaanmu sendiri, itu akan menjadi hal yang mengesankan.

Selama menjadi bagian dari Telkomsel, saya mendapat banyak pengalaman dan pencapaian yang saya anggap menjadi bagian dari Personal Development. Telkomsel has changed my life so much. Alhamdulillah bisa menikmati indahnya Raja Ampat hingga Pantai Ora. Saya diberi kesempatan untuk nge-MC di event-event keren Telkomsel. Pastinya pencapaian terbesar dan ternikmat saya adalah melihat keluarga saya bahagia bersyukur terhadap hasil jerih payah saya dan keberadaan saya membawa manfaat bagi sekitar. Selain menjalankan kewajiban dalam profesi saya, aktivitas lain juga tetap saya jalankan dalam berbagai social project di komunitas-komunitas lokal yang saya ikuti. Rasanya saya tidak sabar lagi menunggu event music and literature festival and sharing session school to school. Semua aktivitas dan kegiatan yang saya ikuti diluar profesi tentunya dengan tetap menjalankan segala tugas dan tanggung jawab saya di perusahaan. Semua saya manage sedemikian rupa agar semua tetap bisa jalan beriringan.

We have great people behind the “stage” support each others all the time all the way. They dont mind to spend more time, ideas, and energy to make everything works out. BIG POWER, right? So nothing’s really difficult.

 

Kalau ingin mengobrol dengan Yudha, kamu bisa mengunjungi instagramnya @rifandi_ay_tama

Sebelumnya Melihat Jakarta Lebih Dekat melalui 6 Film Ini
Selanjutnya Midah: Perempuan Manis bergigi Emas dalam Dunia Hiburan

Belum ada komentar

Tinggalkan pesan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *