Tikai Berujung Apa?


Tikai berujung apa?
Semua seolah hanya selintas pitam belaka.
Tak ada seutas pun pikir tentang manfaat guna.
Seolah hanya ego diatas segala.

Tikai berujung apa?
Usai reda barulah terbit seujung sesal.
Tuk apa mencak-mencak mental-mental.
Jika ujung nantinya hilang waktu percuma.

Tikai berujung apa?
Hendak adanya di lain waktu.
Akan ada dingin kepala redakan semua.
Akan ada teduhnya zikir hadirkan guna.
Kan ada tenangnya masa; tikai hadapi tanya.

“Tikai untungnya apa?”

Sebelumnya Sinestesia Tetap dan Akan Selalu Menjadi Playlist Wajib
Selanjutnya Jangan Pilih Kami, Tapi Pilih Kita (?)

Belum ada komentar

Tinggalkan pesan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *