Lagu-Lagu Yang Saya Dengarkan Ketika Terjebak Dalam Keramaian


Keramaian adalah mimpi buruk bagi kesunyian
Mereka datang ke sebuah perayaan untuk melarikan diri dari kebosanan
Mereka pergi berlibur ke tempat-tempat jauh, memastikan kenyataan tak ikut
Tetapi, seperti katamu, hidup adalah sebuah pengulangan, sayang
Nikmati kebosananmu
Nikmati sepimu

(Makassar, 2015)

Saya senang mendengarkan lagu untuk membunuh keramaian. Entah bagaimana perasaan saya saat itu. Saya menyukai menyusun lagu ke dalam satu random playlist untuk melarikan diri dari suara-suara omong kosong yang bertabrakan di udara.
Kerap kali saya mendapati diri sebagai orang asing di tengah sebuah perayaan. Entah acaranya yang kurang menarik atau saya memang sedang dalam suasana hati yang tidak begitu bagus. Maka saya memasang headset untuk mendengarkan beberapa lagu.
She and Him – Why Do You Let Me Stay Here?
Why don’t you come and play here?
I’m just shitting on the shelf

She and Him – Would You Like To Take a Walk?
Mmm, wouldn’t it be nice?
Mmm, how about sarsaparilla?
Gee, the moon looks yellow
Something good will come from that

Dua lagu yang saya sukai untuk didengarkan berulang-ulang ketika terjebak dalam sebuah perayaan yang membosankan. Berharap ada seorang teman lama melihat saya dan melemparkan senyum untuk mengajak saya pergi berjalan kaki sembari mengobrol apa saja untuk membunuh kebisingan.

Saya juga senang mendengarkan lagu untuk menghindari obrolan dengan orang asing ketika sedang menunggu. Saya banyak mendengarkan lagu-lagu dengan berbagai genre. Terkadang sesuai dengan suasana hati atau pun hanya ingin mendengarkannya saja. Akhir-akhir ini entah mengapa, saya sering mendengarkan The Alans Parson Project – Eye In The Sky.
The sun in your eyes
Made some of the lies worth believing
I am the eye in the sky, looking at you
I can read your mind

Lagu yang saya dengarkan ketika sedang mengalami depresi atau marah dan merindukan diri sendiri. Jess Glynee tahu caranya untuk berdamai dengan diri sendiri dan oh saya mengagumi suaranya.
Jess Glynne – Don’t Be So Hard on Yourself
Let’s go back to simplicity
I feel like I’ve been missing me
Was not who I’m supposed to be
I felt this darkness over me

Oh, saya juga pernah ingin membunuh kebisingan di dalam kepala. Dan satu-satunya lagu yang berhasil menenangkan saya adalah Kings Of Convenience – Cayman Island. Saya suka mendengarkan lagu itu sembari memejamkan mata. Membayangkan sedang berlibur di sebuah pulau Cayman bersama seorang kekasih.
The wind is in your hair
Its covering my view
I’m holding on to you
On a bike we’ve hired until tomorrow

*Tulisan ini terinspirasi dari tulisan Aan Mansyur berjudul Musik yang Saya Simak Saat Saya Tidak Mampu Membedakan Apakah Saya Sedang Marah atau Sedang Sedih dan – Entah Kenapa – Saya Menikmatinya.
Sebelumnya Kalau Kamu Perempuan, Seharusnya Nonton 6 Film Ini
Selanjutnya Derry Perdana Munsil: Wajah Baru Kampung Kusta melalui Gerakan Aksi Indonesia Muda

Belum ada komentar

Tinggalkan pesan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *