Fakta Menarik Seputar Pilkada Serentak 2018


Gambar: merdeka.com

Pilkada Serentak 2018 baru saja selesai dilaksanakan. Pada Pilkada serentak kali ini, akan menjadi yang ketiga setelah dua pilkada serentak sebelumnya yang digelar pada 2015 dan 2017. Menurut data dari KPU Pusat, daftar pemilih tetap mencapai 152.058.452 orang, dengan jumlah TPS mencapai 387.566.

Dalam pemilihan serentak kali ini, terdapat banyak fakta menarik untuk diketahui.

171 Daerah Pemilihan

Pemilihan Kepala Daerah kali ini tergolong yang paling besar dalam sejarah Indonesia. Secara total sebanyak 171 daerah pemilihan akan diperebutkan, termasuk pemilihan gubernur di 17 provinsi. Selain itu pemilih juga akan ikut menentukan pergantian pemerintahan di 115 kabupaten dan 39 kota. KPU mencatat 520 pasangan calon bertarung dalam pilkada kali ini. Terdapat 520 calon pasangan yang bertarung, dengan rincian diikuti 55 pasangan pada pilkada provinsi, 344 pasangan pada pilkada bupati, dan 121 pasangan pada pilkada wali kota.

Suara Perempuan menjadi Dominan

Dari 152 juta pemilih yang berhak mencoblos pada Pilkada Serentak 2018, lebih dari separuhnya, yakni 76 juta adalah perempuan. Sementara pemilih laki-laki tercatat berjumlah 75,9 juta orang. Namun jumlah tersebut berbanding terbalik dengan daftar kontestan Pilkada yang hanya memuat 101 perempuan, atau 8,85% dari total 1.140 pendaftar bakal calon kepala daerah.

Anggaran Yang Besar

Besarnya keterlibatan pemilih dalam Pilkada kali ini membuat ongkos penyelenggaraan ikut membengkak. Pemerintah secara total menganggarkan Rp. 15,95 triliun yang sebagian besarnya diserap oleh Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu. Kedua lembaga tercatat masing-masing mengantongi anggaran sebesar 11,9 triliun dan 2,6 triliun Rupiah.

83 Pasangan Menempuh Jalur Independen

Sebanyak 437 pasangan calon merapat ke partai politik untuk Pilkada kali ini. Namun terdapat 83 pasangan yang berusaha lewat jalur independen alias perseorangan. KPU mencatat 15 daerah memiliki kontestan independen, antara lain Herman A. Koedoeboen – Abdullah Vanath di Pilgub Maluku, Ali Bin Dachlan – Gede Sakti di Pilgub NTB dan Ichsan Yasin Limpo – Andi Mudzakkar di Sulawesi Selatan.

16 Calon melawan kotak kosong

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat menyebutkan, pasangan calon tunggal dalam Pilkada kali ini jumlahnya mencapai 15 daerah. Untuk itu, KPU terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat di 15 daerah tersebut guna mengantisipasi, munculnya pesimistis di tengah masyarakat untuk datang ke TPS di hari-H pemilihan.

Para calon kepala daerah di ke-15 daerah itu terdiri dari Deli Serdang, Padang Lawas Utara, Kota Prabumulih, Pasuruan, Lebak, Tangerang, Kota Tangerang, Tapin, Minahasa Tenggara, Bone, Enrekang, Mamasa, Mamberamo Tengah, Puncak, Kota Makassar dan Jayawijaya.

Pilkada Serentak Menjadi Hari Libur Nasional

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan hari pelaksanaan Pilkada 2018, pada 27 Juni besok sebagai hari libur nasional. Keputusan ini tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) tentang Libur Nasional. Keputusan ini tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) nomor 14 tahun 2018 tentang Hari Pemungutan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota tahun 2018 sebagai Libur Nasional.

 

Sebelumnya Launching ToMakassar: Bertemu, Berkolaborasi, Berkontribusi
Selanjutnya Tanah Kita

Belum ada komentar

Tinggalkan pesan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *