Lepas Suntuk, Pakar Perancang Liburan Menyenangkan


Kami selalu yakin bahwa sebaik-baik usaha adalah usaha yang dijalankan, bukan hanya direncanakan secara matang.

Ading, Edy dan Zahro memutuskan membuat Lepas Suntuk pada tanggal 5 Mei 2016 yang bertepatan dengan trip pertama dengan tujuan menikmati wisata Bali. Hadirnya Lepas Suntuk diawali keinginan untuk menjadikan jalan-jalan yang mereka lakukan lebih dari sekedar menikmati pemandangan saja, tetapi juga bisa membawa manfaat. Lepas Suntuk dikategorikan sebagai Travel & Trip Organizer, sebuah bisnis yang diawali dari keakraban mereka di organisasi juga dalam ruang kelas perkuliahan. Mereka selalu yakin akan sukses meski masih berstatus sebagai mahasiswa semester enam di salah satu Universitas Negeri di kota Malang. Selamat membaca cerita profesi dari Lepas Suntuk.

Nama Lepas Suntuk digunakan sebagai nama brand usaha kami. Lepas Suntuk kami pilih karena namanya yang mudah sekali diingat dan sesuai dengan tujuan awal terbentuknya, yaitu untuk melepaskan rasa suntuk. Perjalanan trip pertama dilakukan dengan tujuan Bali pada bulan Mei tahun 2016. Pada awal pembentukan Lepas Suntuk, memang hanya terdiri dari kami bertiga ini. Kami sendirilah yang harus mengurus seluruh keperluan Lepas Suntuk mulai dari hal marketing, permodalan, teknis acara selama trip berlangsung dan keperluan lainnya.

Ide usaha Lepas Suntuk pertama kali diutarakan oleh Ading yang menyukai travelling. Ading percaya bahwa travelling mampu menciptakan kebahagiaan dan itu sudah dibuktikan sendiri olehnya. Ading sering mengajak teman-temannya yang stres karena kuliah untuk jalan-jalan ke beberapa tempat wisata dan muncullah kebahagiaan itu yang berasal dari rasa senang ketika didokumentasikan dan ternyata hasil fotonya bagus. Akhirnya, mereka memutuskan ingin bekerja untuk menyenangkan orang lain, yang kemudian muncul ide membangun Lepas Suntuk bersama Edy dan Zahro. Kami bertigalah yang membuat konsep trip dari awal sampai dengan selesainya trip pertama kali.

Trip pertama Lepas Suntuk bisa dibilang gagal; bukannya untung, kami minus hampir 1 juta. Jelas itu nominal yang tidak kecil untuk mahasiswa yang belum berpenghasilan. Akhirnya kami vakum karena trip pertama yang gagal dan harus melaksanakan kegiatan magang. Sampai akhirnya pada Desember 2016, ada satu rombongan keluarga yang minta diantarkan ke Bromo. Akhirnya Ading dan Edy yang mengurus trip tersebut dan memulai kembali dari nol. Kondisinya saat itu, zahro sedang ada kesibukan lain dan memilih untuk cuti sejenak.  Berawal dari trip Bromo di awal Desember 2016 itulah Lepas Suntuk pun sering dikontak lagi untuk mengantar customer ke Bromo, akhirnya kami buatlah paket Bromo dan pada akhir tahun 2016 menjadi kebangkitan Lepas Suntuk kembali.


Sampai Juli 2017, Lepas Suntuk sudah resmi aktif beroperasi selama 8 bulan. Dalam 8 bulan tersebut, sangat terasa bahwa kita sedang benar-benar membangun. Mulai dari kerjasama, paket trip, inovasi-inovasi, sasaran customer, dan teknik marketing selalu kami pikirkan untuk membuat Lepas Suntuk terus berjalan. Secara struktural, Lepas Suntuk terdiri dari owner,  kru tetap dan kru freelance. Kru tetap terdiri dari marketing,  desain dan publikasi,  administarasi dan keuangan, serta teknis lapang. Kru freelance terdiri dari guide dan driverGuide dan driver pun adalah teman-teman kuliah kami. Ini juga menjadi salah satu cara Lepas Suntuk agar dapat bermanfaat bagi orang-orang terdekat kami. Tawaran kerjasama, pelamar pekerjaan, bahkan mahasiswa yang ingin magang tidak hanya sesekali datang menawarkan diri kepada Lepas Suntuk. Pada masa-masa inilah kita benar-benar harus belajar memikirkan dan memilih jalan yang terbaik untuk Lepas Suntuk. Kami pun memberanikan diri untuk mengambil kontrak kerjasama dengan nominal yang tidak kecil.

Masa awal pembentukan Lepas Suntuk,  kami fokus untuk membeli kebutuhan bagi pelaksanaan kerja teknis di lapang, sehingga sebagian besar keuntungan kami digunakan untuk pembelian inventaris berupa mobil dan juga kamera, sebagian lain masuk ke tabungan dan gaji kru tetap. Gaji yang diterima mungkin tidak terlalu besar atau sebanding dengan besarnya kerja kami di Lepas Suntuk. Tapi, kami sepakat bahwa jumlah gaji tersebut diharapkan bisa mencukupi kebutuhan bulanan sebagai mahasiswa.

Banyak sekali yang bertanya tentang bagaimana cara bertahan di bisnis ini. Trip organizer seperti Lepas Suntuk memang sudah banyak sekali di Jawa Timur dan Indonesia,  hal inilah yang menuntut kami agar terus berinovasi.  Selain itu, hal berikut juga menunjukkan besarnya peluang keberadaan trip organizer di masa depan; antara lain pemerintah yang mulai fokus untuk membangun wisata,  jumlah wisatawan yang meningkat dari tahun ke tahun,  serta kebutuhan pribadi masyarakat untuk liburan yang mulai bergeser dari hanya ke pusat perbelanjaan menjadi ke tempat wisata. Perkembangan teknologi media sosial pun turut menjadi media iklan gratis bagi kami untuk memperlihatkan lokasi wisata serta akan mudah diliat oleh masyarakat luas.

Saat ini, Lepas Suntuk memiliki beragam paket wisata yaitu Paket Vitamount; Semeru, Arjuno, Ranu Kumbolo, Bromo, Kawah Ijen dan Puncak B29. Paket Bali; Nusa penida, City Tour Bali dan Pulau Menjangan dan Tabuhan. Paket Jogja; City Tour Jogja dan Pantai Jogja. Paket Jawa Timur; City Tour Malang, Pantai Malang, Air Terjun Tumpak Sewu, Gili Ketapang dan Gili Labak dan Pantai 9. Selain paket wisata, Lepas Suntuk juga menawarkan sewa mobil, sewa Elf dan Bus.

 

Pada keberjalanannya, Lepas Suntuk tentu saja mengalami masa-masa untung dan rugi.  Dari untung besar dan rugi besar pernah kita alami dalam 8 bulan terakhir dan hal tersebut pasti juga akan kita alami dalam perjalanan Lepas Suntuk kedepan. Bahkan mungkin bukan hanya rugi saja, tetapi masalah pribadi atau masalah lain akan menempa kami agar terus berusaha dan bekerja keras. Beberapa bulan tidak digaji pun kami pernah rasakan sebagai owner. Tapi, kami yakin kalau kita semua terkadang memang harus bekerja untuk kebesaran Lepas Suntuk di masa depan, bukan hanya untuk uang jajan tambahan. Bekerja dengan teman sendiri juga menjadi tantangan bagi kami.  Profesionalitas kerja diatas hubungan pertemanan ketika kami bekerja dan pertemanan di atas profesionalitas kerja ketika kami sedang bermain bersama. Kedepannya, Lepas Suntuk ingin mengembangkan usaha dengan penawaran paket liburan ke sekolah-sekolah.

Jika boleh sedikit berbagi, kami selalu yakin bahwa sebaik-baik usaha adalah usaha yang dijalankan,  bukan hanya direncanakan secara matang. Dalam usaha bahkan dalam hidup kita tidak akan benar-benar bertemu orang yang sangat pas dalam semua hal, pasti ada satu atau dua hal yang membuat terjadinya perbedaan. Akan tetapi, usaha dapat dibangun oleh kesamaan visi misi dan cita-cita kedepan. Jika sudah satu arah maka egoisme, individualisme, ketidakprofesionalitasan akan mampu ditekan oleh semua orang di perusahaan tersebut. Selain itu, karena trip organizer di Indonesia sudah banyak, maka inovasi harus terus dihadirkan. Inovasi tersebut dapat berupa trip ataupun fasilitas yang ditawarkan, serta harga yang tidak kalah bersaing.  Selain itu, kita juga harus pandai melihat peluang. Terakhir, yang paling utama adalah pelayanan mulai dari customer yang sekedar bertanya informasi mengenai trip hingga customer selesai dari trip. (fa)

Salam dari kami Tim Lepas Suntuk

Jika Pilajars tertarik dan ingin tahu lagi soal Lepas Suntuk, bisa melalui ruang maya Instagram @lepassuntuk atau berkunjung ke website lepassuntuk.com

Sebelumnya Melipir ke Jawa Timur
Selanjutnya Ruangbaca: Kampanyekan Perpustakaan dan Literasi melalui Musik

1 Comment

  1. Fatah
    22 Juli 2018
    Balas

    Saya tinggal di pare.kediri.sesekali ke sby.
    Apa bisa kita kerjasama.sebagai mitra kerja
    Apa yg harus saya lakukan

Tinggalkan pesan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *