Bangga Bertani bersama Petani Berdasi


Seiring dengan berkembangnya zaman dan bertambahnya populasi penduduk menyebabkan lahan pertanian semakin lama semakin berkurang. Saat ini lahan pertanian tidak lagi ditanami dengan tanaman pangan, namun digantikan dengan bangunan modern. Kesadaran masyarakat akan pentingnya pertanian mulai teralihkan dengan kepentingan lainnya. Menurunnya tingkat kepedulian dan pengetahuan masyarakat akan pertanian menjadikan pertanian tidak lagi dianggap penting. Padahal dalam kenyataannya manusia hidup membutuhkan hasil dari pertanian.

Muhammad Wafiq, mahasiswa yang sedang menyelesaikan studi S1 di Fakultas Pertanian ini merupakan salah satu aktivis yang memiliki kepedulian tinggi di bidang pertanian. Cita-cita  untuk membangun pertanian lebih baik dan mengenalkan pentingnya peran pertanian kepada masyarakat secara luas dia kemas dalam karyanya, komunitas Petani Berdasi.

Simak obrolan bersama Muhammad Wafiq tentang perjalanannya membangun Petani Berdasi hingga dikenal dan dinanti informasinya oleh banyak orang.

Hai Wafiq, boleh diceritakan awal terbentuknya Petani Berdasi ?

Petani Berdasi awalnya hanya sebuah komunitas yang bergerak dari sudut pandang mahasiswa. Logo Petani Berdasi kami launching sekitar awal Januari 2015. Hampir 2 tahun Petani Berdasi berjalan. Selama 2 tahun ini, kami hanya fokus pada optimalisasi media sosial karena hanya itu yang bisa kami lakukan ditengah kesibukan akademik maupun kesibukan lainnya.

Nama Petani Berdasi awalnya muncul karena saya kuliah di Fakultas Pertanian yang mungkin tidak akan muncul kalau saya tidak di tempat ini. Jika saya melihat di sekitar saya, mayoritas mahasiswa pertanian menjadikan Fakultas Pertanian bukan sebagai pilihan pertama ketika mendaftar kuliah, tetapi menjadikan pilihan kedua atau ketiga bahkan pilihan terakhir. Padahal gaung-gaung pertanian harus disebarluaskan ke seluruh penjuru dunia. Kadang mahasiswa pertanian malu untuk menyebutkan sebagai mahasiswa pertanian padahal sebenarnya memang mahasiswa pertanian. Menurut beberapa orang Fakultas Pertanian tidak begitu membanggakan ketika menyebutkan Kedokteran, Teknik atau yang lainnya. Kata Bung Karno, “Pertanian adalah Hidup Matinya Sebuah Bangsa”. Pertanian memiliki peran yang cukup besar tetapi banyak orang yang memandang bahwa pertanian biasa-biasa saja. Kondisi itu yang memunculkan ide untuk membuat sebuah komunitas tentang pertanian. Kita harus mengemas pertanian semenarik mungkin dan sekeren mungkin agar mereka peduli dengan pertanian.

Ada sisi tidak ingin diremehkan. Ada sisi bagus yang perlu dibentuk di pertanian dan publik harus tahu tentang pertanian.

Kan dikatakan kalau mahasiswa atau yang bergerak di bidang pertanian itu minder, nah itu apasih penyebabnya?

Mindernya karena stigma di masyarakat yang sudah menyebar bahwa pertanian kurang menarik. Tidak menjanjikan secara ekonomi dan berbagai konotasi negatif lain. Makanya sangat jarang atau bahkan tidak ada orang tua yang menyampaikan ke anaknya supaya kelak kalau besar jadi petani.

Target dari Petani Berdasi sendiri untuk siapa saja?

Target untuk siapa aja sih yang bakalan ikut bareng kita pastinya anak-anak muda. Kalau target yang terkena dampak dari adanya Petani Berdasi pasti masyarakat secara luas. Bagaimana kita bisa membantu mengedukasi masyarakat agar lebih mengenal dan peduli dengan pertanian, apalagi tagline kita kan “Kolaborasi”. Target kita lainnya bisa berkolaborasi dengan pemerintah sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat. Banyak program dan anggaran pemerintah yang belum sampai ke masyarakat. Harapannya kita bisa menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat.

Untuk kegiatan Petani Berdasi, kegiatan apa saja yang sudah terlaksana dan akan dilakukan kedepannya ?

Untuk 2 tahun awal ini yang baru berjalan edukasi melalui media sosial. Kegiatan lainnya juga ada, baru 2 kegiatan yang terlaksana, ada aksi Hari Tani dan Donasi Sayur. Aksi Hari Tani kami berkolaborasi bareng teman-teman pertanian lainnya, tapi ada juga yang bukan anak pertanian. Kegiatan yang kami lakukan adalah campaign pangan lokal. Kalau donasi sayur itu kami lakukan pada peringatan 17 Agustus. Kami berbagi sayuran kepada masyarakat prasejahtera dan beberapa masyarakat penderita diabetes yang kami lakukan galang dana melalui situs kitabisa.com.

Beberapa waktu lalu kami sempat tes pasar untuk mengetahui alasan masyarakat follow akun kita. Ternyata mereka membutuhkan informasi tentang pertanian. Jadi, nanti kami akan buat platform, ada media sosial untuk edukasi dan untuk komunitas. Khusus yang untuk komunitas ini kami akan buat beberapa kegiatan gerakan. Kami akan buat kegiatan rutin mingguan, bulanan, 3 bulan sekali dan kegiatan tahunan. Rencananya kami akan membuat kegiatan edukasi masyarakat, beasiswa untuk anak petani, trip-trip bulanan yang berhubungan dengan pertanian, pasar tani dan pastinya tetap ada kegiatan donasi sayur dan hari pangan.

Selama 2 tahun berjalan apa saja yang menjadi tantangan bagi Petani Berdasi dan apa yang membanggakan dari Petani Berdasi ?

Tantangan yang memberatkan sebenarnya tidak ada, cuma konsisten untuk bikin postingan itu yang menjadi tantangan. Kami selama 2 tahun terakhir kan lebih banyak memosting informasi di media sosial. Kalau sedikit lama tidak posting, banyak orang yang menunggu postingan kami. Jadi, ya, memang harus konsisten karena banyak orang yang membutuhkan informasi tentang pertanian. Ada cita-cita besar di Petani Berdasi, ada harapan dan panggilan hati untuk tetap mempertahankan Petani Berdasi.

Kalau misal di luar sana ada orang yang bangga disebut founder atau pemilik, saya secara pribadi tidak terlalu bangga dengan hal yang seperti itu. Kalau yang perlu dibanggakan sekali sepertinya belum ada. Mungkin waktu kami membantu orang kami merasa senang. Semisal ada beberapa orang yang tidak tahu tentang informasi yang kami posting, lalu mereka menjadi tahu, disitu muncul kebahagiaan tersendiri.

Lalu waktu persiapan aksi hari Tani, persiapan membuat kegiatan itu hanya 2 hari. Ternyata tanpa diduga ada sekitar 80 orang lebih yang hadir yang ikut bersama kami. Respon mereka yang datang juga cukup membuat bangga. Beberapa teman-teman mengatakan, “Mas, nanti kalau ada kegiatan lagi tolong ajakin, ya”. Dari situ kita berpandangan kalau ternyata banyak orang yang memiliki visi yang sama, tetapi mereka belum ada wadah untuk menginisiasi itu. Belum ada yang mengajak mereka. Belum ada yang melibatkan mereka. Harapannya kegiatan kami kedepan bukan kegiatan Petani Berdasi, tetapi kegiatan kolaborasi dengan komunitas-komunitas lain.

Komentar Wafiq, dong, soal kondisi pertanian sekarang, entah secara kekurangan atau peluang 🙂

Kekurangan utama lebih ke regenerasi petani, sih. Mungkin itu akar masalah sebenarnya, makanya petani berdasi bakal concern ke masalah itu juga. Jadi, kami ingin memberikan wadah buat anak muda juga agar bisa berkontribusi di sektor pertanian. Peluangnya jelas sangat besar, sih. Apalagi kedepan bakal ada bonus demografi dimana masyarakat Indonesia akan bertambah banyak dan itu didominasi pemuda. Sementara kita terus butuh makan, kalau pemudanya tidak turut andil dalam pertanian terus kita mau makan apa? Wkwk.

Apa harapan untuk petani, Petani Berdasi dan Indonesia dari Wafiq?

Harapan untuk pertanian, semoga lebih baik lagi. Intinya ingin sekali pertanian tidak lagi dikesampingkan karena kalau kita melihat di negara-negara tetangga, trennya mereka sudah kembali ke desa mengembangkan pertanian. Semoga 20 tahun lagi tren kita akan mengikuti itu, kembali ke desa. Nantinya akan ada titik dimana pertanian itu sangat penting, tinggal menunggu momentum itu hadir. Kemudian sebagai orang berpendidikan harusnya kita paham dari awal karena itu mahasiswa pertanian harus lebih peduli dengan pertanian dan punya cita-cita besar dalam bidang pertanian. Harapan nanti kedepannya anak-anak kecil tidak lagi hanya menyebutkan cita-citanya sebagai pilot, dokter, polisi tetapi juga menyebutkan petani sebagai cita-citanya.

Apa buku, musik dan film kesukaan Wafiq?

Buku Kubik Leadership-nya Jamil Azzaini. Musik senangnya dengar senandung ukhuwah saja. Kalau untuk film mungkin Fetih 1453.

Ada pesan khusus untuk pembaca Pilajar, terutama yang berkaitan dengan pertanian?

Semoga pembacanya makin keren dengan terus menambah pengetahuan melalui membaca, apalagi kalau baca Pilajar pasti selalu keren. Yuk, kontribusi bareng di pertanian.

Terimakasih Wafiq senang bisa berbincang dengan wafiq, semoga Petani Berdasi semakin sukses dan bermanfaat.

Jika ingin tahu lebih banyak tentang Petani Berdasi bisa cek Instagram : banggabertani, Line: @ryy3105r atau juga bisa di Facebook : Banggabertani.

Sebelumnya Gaya Bertani Zaman Now
Selanjutnya Black Mirror “Arkangel”: Sisi Gelap Hyperparenting & Menghamba pada Teknologi  

Belum ada komentar

Tinggalkan pesan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *